Problematika Dakwah Digital menurut Ustaz Salim A. Fillah: Antara Etika, Media, dan Spiritualitas

  • Aryani Z
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

The rapid growth of social media has reshaped the orientation of Islamic preaching and generated academic concerns regarding the preservation of ethics, spirituality, and substantive depth in digital da'wah. This study aims to examine the challenges of digital da'wah as articulated by Ustaz Salim A. Fillah, with a focus on the values of adab, media utilization strategies, and the spiritual approaches he employs. Using a descriptive qualitative method, the research draws on a three-week media observation that includes a systematic review of sermons, Q&A programs, and various da'wah content on YouTube, complemented by a literature study on digital da'wah discourse. Data were analyzed descriptively and analytically through coding, thematic categorization, and message interpretation based on communication theory. The findings indicate that Ustaz Salim adopts a reflective and historically grounded model of da'wah that emphasizes ethical conduct, spiritual depth, and audience empowerment. This approach serves as an alternative to contemporary digital da'wah trends that tend to be instant and lack spiritual substance. Theoretically, the study expands the understanding of ethical, contextual, and community-oriented digital da'wah. The main limitation lies in the absence of direct interaction with the da'i, highlighting the need for future studies employing triangulation. The study recommends that young preachers balance media appeal with substantive religious messaging.Perkembangan media sosial telah mengubah wajah dakwah Islam, sekaligus memunculkan kegelisahan akademik terkait tantangan menjaga etika, spiritualitas, dan kedalaman substansi dalam penyampaian dakwah digital. Penelitian ini bertujuan mengkaji problematika dakwah digital menurut Ustaz Salim A. Fillah, khususnya dalam kaitannya dengan nilai adab, strategi media, dan pendekatan spiritual. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini mengandalkan observasi media dan kajian pustaka terhadap konten dakwah Ustaz Salim di platform digital seperti YouTube. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustaz Salim mengedepankan dakwah yang reflektif, emosional, dan bernuansa historis dengan tetap menjaga kekuatan pesan dan adab penyampaian. Beliau juga menekankan pentingnya partisipasi audiens dan pemberdayaan umat, melalui dakwah yang tidak hanya menginformasikan, tetapi juga menggerakkan dan membina karakter. Temuan ini memberikan gambaran bahwa model dakwah beliau menjadi alternatif dari tren dakwah cepat saji yang kurang mendalam secara spiritual maupun intelektual. Implikasi teoretis dari studi ini memperluas wacana dakwah digital yang etis dan kontekstual. Adapun keterbatasannya adalah belum melibatkan interaksi langsung dengan subjek dakwah, sehingga studi lanjutan disarankan menggunakan metode triangulasi. Penelitian ini merekomendasikan agar pendakwah muda menyeimbangkan antara daya tarik media dan substansi dakwah, sebagaimana diteladankan oleh Ustaz Salim A. Fillah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Aryani, Z. O. (2025). Problematika Dakwah Digital menurut Ustaz Salim A. Fillah: Antara Etika, Media, dan Spiritualitas. Iqtida : Journal of Da’wah and Communication, 5(02), 193–211. https://doi.org/10.28918/iqtida.v5i02.12719

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free