Abstract
Remaja banyak mengalami perubahan mulai dari psikologis, fisik, dan interaksi sosial sehingga remaja rentan mengalami permasalahan perilaku dan emosi. Ketika permasalahan perilaku dan emosi tidak ditangani dengan segera akan mengakibatkan efek jangka pendek hingga panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran welas asih diri dan keterampilan sosial-emosional guru terhadap permasalahan perilaku dan emosi. Penelitian ini menggunakan reliance available sampling dengan partisipan penelitian ini merupakan siswa SMP di Yogyakarta yang berusia antara 12 hingga 15 tahun (M=13.32, SD=0.783). Penelitian ini menggunakan tiga skala dengan nilai realibilitas Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) 0.777, Self-Compassion (SCS) 0.656, dan Teachers’ Social-Emotional Practices-Student Perspective (TSEP-SP) 0.960. Data 159 partisipan yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linear berganda menggunakan software SPSS. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa welas asih diri terhadap permasalahan perilaku dan emosional dinilai signifikan berpengaruh secara negatif (β = -.302) (p.05). Penelitian ini menemukan bahwa secara simultan welas asih diri dan keterampilan sosial-emosional guru memiliki peran yang siginifikan terhadap permasalahan perilaku secara negatif dengan sumbangsih sebesar 22.3%. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antar sekolah dan psikolog untuk melatih keterampilan welas asih diri pada remaja, sementara orang tua perlu menerapkan prinsip tersebut untuk mendukung perkembangan remaja melalui contoh dan empati.
Cite
CITATION STYLE
Jacky, N. K., & Saptandari, E. W. (2025). Peran Welas Asih Diri dan Keterampilan Sosial-Emosional Guru Terhadap Permasalahan Emosi dan Perilaku Siswa SMP. Prosiding Konferensi Nasional Psikologi Kesehatan, 298–311. https://doi.org/10.33476/knpk.v5i1.5184
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.