Abstract
Pemerintah Indonesia telah menetapkan berakhirnya masa pandemi Covid-19 pada pertengahan tahun 2023 ini menjadi masa endemic. Hal ini menunjukkan adanya pengendalian penyebaran virus Covid-19 di Indonesia, namun bukan berarti tidak ada lagi temuan Kasus Covid-19. Salah satu Upaya pengendalian penyebaran virus Covid-19 yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan ketahanan Masyarakat melalui peningkatan daya tahan tubuh keluarga. Daya tahan tubuh dapat terjaga maupun ditingkatkan melalui kebiasaan hidup sehat dengan menjaga kebersihan, asupan nutrisi yang baik dan penggunaan ramuan obat tradisional. Masyarakat dapat meracik Ramuan obat tradisional menggunakan bahan-bahan dari alam seperti pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Tujuan pengabdian ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan motivasi pada Kader dan Ibu rumah tangga di masa pandemi Covid-19. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan pada 5 orang kader dan 21 orang ibu dan Masyarakat dengan melibatkan ketua RT, RW, dan lurah di Kampung Seijari RT 03/Rw 03 Kelurahan Dompak Wilayah Kerja Puskesmas Seijang yang dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan tentang Pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) dan penanaman tanaman Obat Keluarga secara Bersama- sama dengan kader dan IRT. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dari kader dan IRT tentang pemanfaatan tanaman obat keluarga dengan rata-rat nilai pretest 43,08 menjadi nilai rata-rata post test 78,04. Diharapkan kader dan ibu rumah tangga tentap mempertahankan merawat dan memanfaatkan tanaman obat keluarga yang telah ditanam.
Cite
CITATION STYLE
Deliana, M., Santa Novita Yosephin Silalahi, & Dewi Pusparianda. (2023). Optimalisasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga pada Kader dan Ibu Rumah Tangga di Masa Kegawatdaruratan COVID-19. SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN, 1(2), 94–100. https://doi.org/10.53579/segantang.v1i2.129
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.