DINAMIKA BATIK BANYUMAS 1890-1930

  • Abdullah F
  • Fadlia A
  • Riyanti M
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Dinamika industri batik di Banyumas kurun 1890-1930 sangat tinggi. Kegiatan batik Banyumas semula dihasilkan di lingkungan terbatas, di lingkup rumah, dibuat untuk keluarga, kemudian datang pengusaha Priangan, Jawa Barat, pengusaha Cina, wanita Indo-Eropa, dan berkembang menjadi produk ekonomi yang bernilai dan melahirkan estetika batik baru. Pertemuan tradisi setempat dengan budaya luar ini melahirkan batik yang tumbuh, baik dari aspek estetis, proses, hingga nilai ekonomi. Metode dalam tulisan ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan sejarah. Sumber utama tulisan ini adalah laporan P. de Kat Angelino, Batikrapport: Midden Java (1931) dan History of Java, Thomas Stamford Raffles (1830), dan Batik Belanda 1840-1940, Harmen C. Veldhuisen (1993). Kemampuan adaptif yang membawa Batik Banyumas dikenal luas dari semula dihasilkan di tingkat lokal, menerima estetika baru, dan melahirkan artefak budaya yang bernilai tinggi karena kemampuan bertahan secara ekonomi dan tradisi. Temuan dari tulisan ini adalah kemampuan industri batik Banyumas menerima pengaruh baik dari aspek ekonomi, proses, hingga estetis yang datang dari pedagang batik Ciamis, pengusaha batik Cina dan wanita Indo-Eropa, hingga mampu melahirkan artefak batik baru.

Cite

CITATION STYLE

APA

Abdullah, F., Fadlia, A., & Riyanti, M. T. (2022). DINAMIKA BATIK BANYUMAS 1890-1930. Dinamika Kerajinan Dan Batik: Majalah Ilmiah, 39(2), 113–124. https://doi.org/10.22322/dkb.v39i2.7525

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free