KONJUNGSI BAHWA BAHASA INDONESIA

  • Purbandini W
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Konjungsi bahwa merupakan  subordinator antara klausa utama dan klausa sematan pada kalimat majemuk bertingkat. Permasalahan yang timbul pada klausa bahwa adalah fungsi sintaksis dan pola kalimat berklausa bahwa, verba-verba di kiri dan kanan klausa bahwa, juga katagori makna verba pada kalimat berklausa bahwa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan jangkauan waktu sinkronis dengan pertimbangan ciri-ciri dan sifat-sifat data sebagaimana adanya. Hubungan antarklausa dalam kalimat bahasa Indonesia adalah hubungan koordinatif dan subordinatif. Klausa bahwa digunakan untuk menghubungkan subjek dengan keterangannya. Juga, untuk menghubungkan predikat dengan objek dalam bentuk klausa nomina. Klausa bahwa dapat mengisi fungsi sintaksis subjek dan objek. Klausa bahwa sebagai subjek berbentuk inversi atau pengedepanan objek. Klausa bahwa juga  mengisi fungsi sintaksis keterangan, pelengkap, dan aposisi, yaitu aposisi subjek, objek, pelengkap, dan keterangan. Verba pada kalimat berklausa bahwa dapat terletak di kiri klausa bahwa. Pada posisi ini,  terdapat tujuh pola kalimat. Verba juga dapat terletak di kanan klausa bahwa. Katagori makna pada verba kalimat berklausa bahwa ditunjukkan oleh aspek, modus, dan adverbia.Kata kunci: konjungsi bahwa, klausa, klausa bahwa, fungsi sintaksis, subjek, objek, keterangan, pelengkap, aposisi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Purbandini, W. K. (1970). KONJUNGSI BAHWA BAHASA INDONESIA. Sigma-Mu, 4(2), 10–22. https://doi.org/10.35313/sigmamu.v4i2.868

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free