BAGAIMANA MASYARAKAT URBAN MEMPERDEBATKAN SAMPAH: PEMBELAJARAN DARI INISIATIF CSR AGROEDUWISATA JAYAKARTA

  • Ni Made Ayu Wina
  • Yuliani
  • Fahruri Yahya
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
6Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Beberapa studi mengenai persoalan sampah di negara global-selatan masih banyak menyerukan suara pesimistis tentang pengelolaan sampah. Belum banyak ditemukan warga global-selatan yang memandang sampah bukan sebagai barang kotor semata melainkan sumber daya sisa yang berharga. Single case study ini mengungkap hal yang berbeda. Praksis pengolahan sampah yang dilakukan oleh dua kelompok masyarakat urban di Kota Jakarta Timur, Indonesia, yakni Kelompok Tani Hutan (KTH) Rumah Kaum Jayakarta dalam Program Agroeduwisata Jayakarta menunjukkan bahwa kelompok tersebut telah memiliki pandangan dan praktik pengelolaan sampah yang tidak saja menguntungan secara lingkungan, namun juga secara ekonomi dan budaya. Program tersebut diterapkan dan dikembangkan melalui kerjasama dengan CSR PT ANTAM Tbk UBPP Logam Mulia. Dalam temuan studi ini, selain sampah diperlakukan bukan sebagai barang kotor dan rusak, namun sampah justru dapat dikonversikan menjadi emas. Praksis yang telah dilakukan kelompok dalam program tersebut selaras dengan konsep pembangunan kota berkelanjutan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ni Made Ayu Wina, Yuliani, Fahruri Yahya, Fatika Hastigerina Ananda, & Farina Ekarini. (2024). BAGAIMANA MASYARAKAT URBAN MEMPERDEBATKAN SAMPAH: PEMBELAJARAN DARI INISIATIF CSR AGROEDUWISATA JAYAKARTA. Learning Society: Jurnal CSR, Pendidikan Dan Pemberdayaan Masyarakat, 5(1), 431–447. https://doi.org/10.30872/ls.v5i1.3980

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free