Abstract
Tingginya insiden penyakit batu saluran kemih di Sumatera mendorong perkembangan tanaman obat sebagai antiurolithiasis. Beberapa tanaman obat dapat digunakan untuk mengobati sakit pinggang yang disertai disertai gangguan saluran kemih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data tanaman obat yang dipraktekkan oleh pengobat tradisional (batra) untuk urolitiasis di Sumatera dan mengevaluasi khasiat dan keamanannya melalui tinjauan pustaka. Penelitian ini merupakan studi deskriptif cross sectional yang termasuk identifikasi tanaman dan tinjauan pustaka dalam menilai khasiat dan keamanan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69 spesies termasuk dalam 34 famili digunakan untuk urolitiasis oleh pengobat tradisional di Sumatera. Famili Zingiberaceae adalah yang paling banyak digunakan oleh pengobat tradisional. Orthosiphon aristatus (Bl.) Miq, Sericocalyx crispus (L.) Bremek dan Imperata cylindrica (L.) Raeusch adalah spesies tanaman yang paling sering digunakan dalam pengobatan batu ginjal. Bagian yang paling banyak digunakan oleh batra adalah daun dan kulit kayu. Melalui tinjauan pustaka menjelaskan bahwa tanaman tersebut memiliki efek farmakologis untuk urolitiasis dan aman digunakan.
Cite
CITATION STYLE
Nisa, U. (2018). STUDI ETNOFARMAKOLOGI TANAMAN OBAT UNTUK PENYAKIT UROLITHIASIS DI SUMATERA INDONESIA. Buletin Penelitian Kesehatan, 46(4). https://doi.org/10.22435/bpk.v46i4.436
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.