REPRESENTASI PANGAN DALAM KOMUNIKASI RITUAL (Kajian Komunikasi Ritual dalam Perayaan Sekaten di Yogyakarta 2015 - 2016)

  • Nurdiarti R
N/ACitations
Citations of this article
57Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pangan merupakan bagian dari peradaban manusia. Pangan tidak sekedar memenuhi kebutuhan hidup semata, tetapi juga mengandung sebuah relasi sosial, ekonomi dan politik. Fenomena begitu lekatnya pangan dengan kehidupan keseharian kita hadir dalam wujud pangan tradisional sebagai uborampe dalam tradisi Sekaten di Yogyakarta. Di sana, pangan merupakan wujud kebudayaan yang berkaitan erat dengan cara manusia membangun pesan, komunikasi dan interaksi kebudayaan. Pangan dalam ritual syukuran Sekaten, tidak terlepas dari konteks sosio- historis yang melingkupi masyarakat dankebudayaan Yogyakarta khususnya dan Jawa pada umumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pangan dalam ritual Sekaten merepresentasikan bagaimana pangan lebih dari sekedar kebutuhan dasar, tetapi juga diyakini sebagai bagian dari Berkah dan mampu memberikan rejeki pada anak turun mereka hingga kini. Sekaten diselenggarakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang dilakukan oleh raja sebagai penguasa setempat dalam rangka menyiarkan agama Islam dan melestarikan tradisi yang diwarisinya. Dalam situasi ekonomi global yang memprihatinkan termasuk Indonesia (juga masyarakat suku Jawa di Yogyakarta), Sekaten tetap diselenggarakan tidak hanya terkait semata tentang pangan tapi juga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nurdiarti, R. P. (2017). REPRESENTASI PANGAN DALAM KOMUNIKASI RITUAL (Kajian Komunikasi Ritual dalam Perayaan Sekaten di Yogyakarta 2015 - 2016). CHANNEL: Jurnal Komunikasi, 5(1). https://doi.org/10.12928/channel.v5i1.6358

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free