BIMBINGAN SOSIAL ANAK USIA DINI BERBASIS BUDAYA LOKAL

  • Herawati N
N/ACitations
Citations of this article
47Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Manusia bukan hanya sebagai makhluk individu tetapi makhluk sosial, karena itu, setiap manusia akan selalu berhubungan dengan orang lain dan tidak mungkin hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Fakta ini memberikan kesadaran bahwa untuk memenuhi kebutuhan kehidupannya individu harus melakukan interaksi sosial dan membentuk kehidupan berkelompok dengan individu lainnya. Saat manusia berada dalam kelompok sosialnya, manusia terikat kewajiban sosial yaitu untuk menghargai adanya orang lain, hak-hak dasar orang lain serta mentaati norma-norma yang berlaku di masyarakatnya. Dalam konsep interaksi sosial ini, Calhoun (1990) memandang bahwa hidup manusia tidak lepas dari interaksi sosial. Konsekuensi pokok dari interaksi individu dengan individu lainnya adalah sosialisasi dan proses belajar menjadi sosial. Salah satu upaya pembudayaan kemampuan sosial anak, yaitu melalui pendidikan pada anak usia dini. Dengan memberikan pendidikan yang lebih dini pada anak-anak dan dilakukan oleh guru-guru profesional yang peka terhadap perasaan anak, siap mendengarkan dan memahami perasaan anak, menggunakan bahasa yang dapat dimengerti, menegakan peraturan, menerima perbedaan di antara anak-anak, mampu mengendalikan emosi, memberi dukungan pada saat anak mengalami kesulitan merupakan modal bagi guru untuk dapat mengembangkan keterampilan sosial yang dibutuhkan anak untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Kata Kunci : Anak Usia Dini, Budaya Lokal, Bimbingan Sosial A. PENDAHULUANPendidikan dan pembelajaran bagi anak usia dini (PAUD) sangat penting, karena pada usia dini sering disebut sebagai masa keemasan (the golden age). Pada usia dini merupakan awal yang tepat untuk meletakan dasar-dasar pengembangan sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan bagi kehidupan anak, sehingga apabila pendidikan yang dilakukan tepat, maka anak usia dini akan mampu mengembangkan potensinya secara optimal dan dapat meraih kesuksesan kehidupaNnya masa depan.Berdasarkan pernyataan di atas, sangat penting bagi pendidik anak usia dini untuk memiliki kemampuan pribadi profesional, Beaty (1996:331), mengemukakan paling tidak ada sembilan kemampuan yang harus dimiliki seorang pendidik, yaitu:

Cite

CITATION STYLE

APA

Herawati, N. I. (2018). BIMBINGAN SOSIAL ANAK USIA DINI BERBASIS BUDAYA LOKAL. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2). https://doi.org/10.17509/cd.v4i2.10387

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free