ANTONIMI PADA DEBAT PILKADA CALON BUPATI KARAWANG TAHUN 2020 SERTA IMPLEMENTASINYA TERHADAP BAHAN AJAR TEKS DEBAT

  • Ramadhani R
  • Dian Hartati
  • Roni Nugraha Syafroni
N/ACitations
Citations of this article
49Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pada penelitian ini berujuan untuk mendeskripsikan antonimi atau oposisi makna pada debat pilkada calon bupati Karawang dan implementasi terhadap bahan ajar teks debat. Antonimi secara semantik mendefinisikan sebagai ungkapan yang maknanya dianggapan kebalikan dari makna ungkapan lain. Dalam dalam penelitian ini adalah berupa kata-kata dan kutipan yang terdapat dalam debat. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Hasil penelitian ini sebagai berikut. (1) antonimi atau oposisi mutlak (2) antonimi atau oposisi kutub (3) antonimi atau oposisi hubungan (4) antonimi atau oposisi hierarkial (5) antonimi atau oposisi majemuk, serta bahan ajar berupa modul.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ramadhani, R. B., Dian Hartati, & Roni Nugraha Syafroni. (2022). ANTONIMI PADA DEBAT PILKADA CALON BUPATI KARAWANG TAHUN 2020 SERTA IMPLEMENTASINYA TERHADAP BAHAN AJAR TEKS DEBAT. Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(1), 134–140. https://doi.org/10.31943/bi.v7i1.137

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free