Analisis Pendapatan Usahatani Biofarmaka dan Kontribusinya Terhadap Total Pendapatan Petani di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara

  • Nainggolan H
  • Sihotang M
  • Ginting A
N/ACitations
Citations of this article
52Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani tanaman biofarmaka dan kontribusinya terhadap total pendapatan keluarga petani. Penelitian dilakukan di Kecamatan Dolok Masagal, Kabupaten Simalungun, pada Pebruari s/d Mei 2021. Populasi penelitian ini adalah masyarakat yang mengelola usahatani biofarmaka pada 3 (tiga) desa dari 10 (sepuluh) desa di Kecamatan Dolok Masagal dengan populasi 436 kk. Sampel pada penelitian ditentukan secara sengaja dengan jumlah 30 respoden, dan didistribusikan secara proporsional pada tiga desa sebagai lokasi pengambilan data yaitu; Desa Dolok Huluan 16 responden, Desa Bangun Pane 12 responden dan Desa Bintang Mariah 2 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, dan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif.  Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan; 1) rata-rata pendapatan usahatani tanaman biofarmaka adalah Rp74.504.744 per tahun, rata-rata pendapatan  dari usahatani non-biofarmaka adalah Rp5.137.692 per tahun dan rata-rata pendapatan diluar usahatani sebesar Rp7.496.667 per tahun; 2) pendapatan usahatani tanaman biofarmaka memberikan kontribusi  84,1% terhadap total pendapatan keluarga petani dan pendapatan usahatani non-biofarmaka berkontribusi 5,9% serta pendapatan diluar usahatani memberikan kontribusi sebesar 10% terhadap total pendapaan keluarga petani. Berdasarkan  penelitian disarankan; 1) agar petani membentuk kelompok tani dalam mengembangkan usahatani  biofarmaka  sehingga terbantu dalam mengakses bibit, pupuk,  pestisida/ obat-obatan dengan harga yang relatif lebih murah; 2) agar Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Dolok Masagal aktif memberikan penyuluhan kepada petani dalam pengembangan usahatani biofarmaka; 3) agar pemerintahan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan pengolahan tanaman obat-obatan, untuk menampung  produksi usahatani biofarmaka masyarakat sehingga  stabilitas harga terjamin terutama pada saat musim panen.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nainggolan, H. L., Sihotang, M. R., & Ginting, A. (2022). Analisis Pendapatan Usahatani Biofarmaka dan Kontribusinya Terhadap Total Pendapatan Petani di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. AGRIMOR, 7(1), 31–38. https://doi.org/10.32938/ag.v7i1.1558

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free