Abstract
Akumulasi sampah dalam jangka panjang dapat menimbulkan penurunan sanitasi lingkungan. Akumulasi ini disebabkan oleh mental masyarakat yang semakin kurang baik. Disinilah diperlukan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang merupakan gerakan bersama untuk mengubah cara pikir, cara kerja, cara hidup dan sikap serta perilaku bangsa Indonesia yang mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong berdasarkan Pancasila yang berorientasi pada kemajuan dan kemodernan. Perilaku manusia dapat diartikan sebagai suatu aktivitas yang sangat kompleks sifatnya. Faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku hidup bersih sebagai akibat pemahaman tentang pemanfaatan sampah domestik menarik untuk diteliti. Dengan menggunakan Variabel Independen (bebas) yang akan diteliti pada penelitian ini adalah yang mempengaruhi prilaku (X1), pembentukan prilaku (X2) dan domain prilaku (X3) sedangkan variabel dependen (terikat) yang digunakan adalah perubahan perilaku masyarakat (Y). Berdasarkan hasil uji analisis didapatkan nilai siginifikansi F hitung sebesar 0.000 kurang dari 0.05. Artinya semua variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Adanya perubahan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan sampah domestik mampu mengurangi volume sampah dan membuat lingkungan lebih bersih. Sehingga perubahan perilaku ini menjadi sangat penting dalam meanggulangi masalah sampah. Berdasarkan hasil dari penelitian pembentukan perilaku merupakan faktor yang berpengaruh paling dominan terhadap perubahan perilaku masyarakat.
Cite
CITATION STYLE
Soemarti, L., & Kundrat, K. (2022). Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Perilaku Masyarakat dalam Pemanfaatan Sampah Domestik untuk Bahan Baku Pembuatan (MOL) Sebagai Upaya Meningkatkan Sanitasi Lingkungan dalam Mendukung Gerakan Indonesia Bersih. JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, 12(2), 141–154. https://doi.org/10.30999/jpkm.v12i2.2183
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.