Abstract
ABSTRACT menstrual cycle are a series of events that are complexly affecting each other and occur simultaneously. Menstrual cycle can be influenced by stress factors. Stress is a perception of a threat or from a shadow of displeaseru that moves, alerts or activates an organism. Based on data obtained from the department of education the city of pekanbaru, it is known that schools which have the highest number of girls at SMAN 5 pekanbaru with the highest number of 639 people, while classes X and XI total 395 people and obtain information 8 people claimed to experince menstrual cycles that are not normal and as many as 6 of them experienced symptoms of stress. The purpose of this study was to determine the relationship between stress levels and menstrual cycle in young women at SMAN 5 pekanbaru. This type of research is quantitative with cross sectional design. The population is all young women and a sample of 80 people, taken by stratified random sampling technique. Data analysis was performed univariately and bivariately. The results obtained bye the majority of respondents had a moderate stress level of 31 people (38.8%) and for the menstrual cycle variable obtained the majority of respondents had a short menstrual cycle of 33 people (41.2%). Chi sqaure test results obtained p.value=0.012 <0.05, which means there is a relationship between the level of stress with the menstrual cycle in girls in SMAN 5 pekanbaru in 2019. being input and learning materials that add insight and increase knowledge for students at SMAN 5 cities pekanbaru. Keywords: Stress, Menstrual Cycle Reference: 19 (2004-2017)ABSTRAK Siklus menstruasi merupakan rangkaian peristiwa yang secara kompleks saling mempengaruhi dan terjadi secara simultan. Siklus menstruasi dapat dipengaruhi oleh faktor stres. Stres merupakan suatu persepsi dari ancaman atau dari suatu bayangan akan adanya ketidaksenangan yang menggerakkan, menyiagakan atau mambuat aktif organisme. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, diketahui salah satu Sekolah yang memiliki jumlah remaja putri paling tertinggi terdapat di SMAN 5 Pekanbaru dengan jumlah terbanyak yaitu 639 orang, kelas X dan XI berjumlah 395 orang dan diperoleh informasi 8 orang mengaku mengalami siklus menstruasi yang tidak normal dan sebanyak 6 orang diantaranya mengalami gejala stres. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMAN 5 Pekanbaru. Jenis penelitian besifat Kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh remaja putri dan sampel sebanyak 80 orang, diambil dengan teknik stratified random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh mayoritas responden memiliki tingkat stress yang sedang sebanyak 31 orang (38,8%) dan untuk variabel siklus menstruasi didapatkan mayoritas responden memiliki siklus menstruasi yang pendek sebanyak 33 orang (41,2%). Hasil uji chi sqaure diperoleh p.value = 0,012 < 0,05 yang artinya ada hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMAN 5 Pekanbaru Tahun 2019. Menjadi bahan masukan dan bahan pelajaran yang menambah wawasan dan menambah pengetahuan bagi para siswa di SMAN 5 kota pekanbaru. Kata Kunci : Stres, Siklus Menstruasi Referensi : 19 (2004-2017)
Cite
CITATION STYLE
Angrainy, R., Yanti, P. D., & Oktavia, E. (2020). HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 5 PEKANBARU TAHUN 2019. Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences), 9(2), 114–120. https://doi.org/10.35328/kebidanan.v9i2.719
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.