Abstract
Keji Village is one of 35 tourist villages in Semarang Regency, but according to information from the Village Apparatus, it is a tourist village that is difficult to develop. This is because the Pokdarwis, which has been around for a long time, is getting more and more suspended and never carries out any activities. This is because there are no related institutions that work together to conduct training and the like. The biggest obstacle felt was the absence of souvenirs from Keji Village, due to limited natural resources that could be used as basic materials for making souvenirs. Based on observations, it is known that the majority of Keji Village residents are dominated by women, and most of them are unemployed/not yet working. To be able to attract the enthusiasm of the residents in participating in the training, training in making souvenirs that are attractive to women is needed. The objectives of this service activity are (1) increasing public awareness, especially housewives, on the importance of tourism villages; (2) reactivation of existing pokdarwis; (3) provide training and assistance in making beautiful sandals with knitted decorations. The solutions offered are workshops, counseling, and assistance through the Participatory Rural Appraisal (PRA) method. Through training and practice of making knitting sandals, service participants have new skills in the form of knitting and making beautiful sandals. The trainees were inspired to open up business opportunities by doing business in beautiful sandals online.Desa Keji merupakan salah satu dari 35 desa wisata di Kabupaten Semarang, akan tetapi menurut info dari Perangkat Desa merupakan desa wisata yang sulit untuk berkembang. Hal ini disebabkan karena Pokdarwis yang telah lama ada, semakin lama semakin mati suri dan tidak pernah melakukan kegiatan. Hal ini dikarenakan tidak adanya lembaga terkait yang bekerja sama untuk melakukan pelatihan dan sejenisnya. Kendala terbesar yang dirasakan adalah tidak adanya souvenir dari Desa Keji, karena keterbatasan sumber daya alam yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan cindera mata. Berdasarakan hasil observasi diketahui bahwa mayoritas warga Desa Keji didonominasi oleh perempuan, dan sebagian besar adalah pengangguran/belum bekerja. Untuk bisa menarika antusias warga dalam mengikuti pelatihan diperlukan pelatihan pembuatan souvenir yang menarik bagi kaum hawa. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah (1) peningkatan kesadaran masyarakat terutama ibu rumah tangga akan pentingnya desa wisata; (2) pengaktifan kembali pokdarwis yang telah ada; (3) memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan sandal cantik dengan hiasan rajut. Solusi yang ditawarkan adalah workshop, penyuluhan, dan pendampingan melalui metode Participatory Rural Appraisal (PRA). Melalui pelatihan dan praktik pembuatan sandal rajut, peserta pengabdian memiliki keterampilan baru berupa rajut dan membuat sandal cantik. Peserta pelatihan mendapat inspirasi untuk membuka peluang usaha dengan berbisnis sandal cantik secara online.
Cite
CITATION STYLE
Setiyani, R., Widhiastuti, R., & Ningrum, I. S. (2021). Kreasi Sandal Rajut sebagai Salah Satu Strategi Pengembangan Desa Wisata Berbasis Ekonomi Warga. Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara, 5(1), 178–184. https://doi.org/10.29407/ja.v5i1.15046
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.