Abstract
Peningkatan kenakalan remaja dapat diatasi dengan pendidikan karakter yang memadukan agama Islam dan ilmu pengetahuan. Selain itu, pembelajaran kontekstual menjadi solusi untuk mengatasi kesulitan peserta didik dalam mempelajari materi laju reaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, menganalisis kelayakan, kedapatgunaan, dan mengetahui respon peserta didik terhadap e-modul yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan DBR (Desain-Based Research) yang terdiri dari tiga tahapan yaitu analisis dan eksplorasi, desain dan konstruksi, serta evaluasi dan refleksi. Penelitian ini melibatkan ahli (materi kimia, agama Islam, dan media), guru kimia MA di DIY, dan peserta didik fase F. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi dan angket. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk data kualitatif dan statistik deskriptif untuk data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik e-modul yang dibutuhkan yaitu bahan ajar dibuat elektronik dan mudah diakses, memuat gambar/ilustrasi tentang materi, memuat konteks materi yang diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman dan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, serta disajikan dalam bentuk flipbook. Berdasarkan penilaian ahli, e-modul yang dikembangkan dinilai layak dengan revisi. Menurut penilaian guru, e-modul yang dikembangkan masuk dalam kategori sangat baik karena mendapat skor rata-rata sebesar 98 dan persen keidealan sebesar 91%. Sedangkan respon peserta didik berdasarkan hasil uji keterbacaan diperoleh skor rata-rata sebesar 68 dan masuk kategori sangat baik dengan persen keidealan sebesar 85%.The increase in juvenile delinquency can be overcome by character education that combines Islamic religion and science. In addition, contextual learning is a solution to overcome students' difficulties in learning the material of reaction rates. This study aims to determine the characteristics, analyze the feasibility, usability, and determine students' responses to the developed e-module. This study uses the DBR (Design-Based Research) development model which consists of three stages: analysis and exploration, design and construction, and evaluation and reflection. This study involved experts (chemistry, Islamic religion, and media), chemistry teachers of MA in DIY, and students in phase F. The instruments used were validation sheets and questionnaires. Data analysis used qualitative descriptive for qualitative data and descriptive statistics for quantitative data. The results of the study indicate that the required characteristics of the e-module are that the teaching materials are made electronically and are easily accessible, contain images/illustrations about the material, contain the context of the material integrated with Islamic values and related to daily life, and are presented in the form of a flipbook. Based on expert assessments, the developed e-module is considered feasible with revision. According to the teachers' assessment, the developed e-module fell into the very good category, achieving an average score of 98 and a 91% ideality percentage. Meanwhile, student responses based on the readability test yielded an average score of 68, falling into the very good category with an 85% ideality percentage.
Cite
CITATION STYLE
Masngudah, B., & Nurfina Aznam. (2025). DESAIN E-MODUL BERBASIS KONTEKSTUAL TERINTEGRASI NILAI-NILAI KEISLAMAN PADA MATERI LAJU REAKSI. JRPK - Jurnal Riset Pendidikan Kimia, 15(2), 129–139. https://doi.org/10.21009/jrpk.152.04
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.