PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS KEANEKARAGAMAN HAYATI DI TAMAN WISATA ALAM GUNUNG TUNAK, LOMBOK TENGAH

  • Tresnani G
  • Suana I
  • Hadi I
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ekowisata merupakan suatu kegiatan wisata berbasis alam dimana kondisi alamnya masih alami dan umumnya bertujuan untuk pengenalan kegiatan konservasi hayati. Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak yang berada di Lombok Tengah merupakan salah satu kawasan wisata yang memiliki kekayaan flora dan fauna yang dapat dikembangkan sebagai ekowisata. Keindahan alam di area ini masih belum banyak dikembangkan, disebabkan karena pengetahuan masyarakat sekitar yang belum paham akan ekowisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan jalur-jalur interpretasi di dalam kawasan TWA Gunung Tunak, memberikan pengetahuan mengenai ekowisata dan membantu mempromosikan ekowisata di TWA Gunung Tunak. Kegiatan pengabdian dilakukan dalam 4 tahapan yaitu survey jalur interpretasi dan flora-fauna yang unik, pembuatan jalur interpretai dan peta jalurnya, penyuluhan dan membuat media promosi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah berjalan dengan lancar berkat kerjasama mitra yang sangat kooperatif dalam forum diskusi dan pembuatan papan petunjuk serta jalur interpretasi. TWA Gunung Tunak memiliki fauna potensial untuk ekowisata baik berupa burung, mammalia, reptilia dan serangga. Papan petunjuk informasi satwa jalur interpretasi Bilasayak dan Teluk Ujung telah dibuat untuk membantu wisatawan menemukan satwa liar yang bisa diamati di Gunung Tunak.Ecotourism is a nature-based tourism activity where natural conditions are still natural and generally aims to introduce biological conservation activities. Gunung Tunak Nature Tourism Park (TWA) in Central Lombok is a tourist area that has a wealth of flora and fauna that can be developed as ecotourism. The natural beauty in this area has not yet been developed much, due to the local community's lack of understanding of ecotourism. This community service activity aims to develop interpretive routes within the Gunung Tunak TWA area, provide knowledge about ecotourism and help promote ecotourism in the Gunung Tunak TWA. Service activities are carried out in 4 stages, namely surveying interpretation routes and unique flora and fauna, creating interpretation routes and route maps, counseling and creating promotional media. This community service activity has run smoothly thanks to the very cooperative cooperation of partners in discussion forums and the creation of signboards and interpretation paths. Mount Tunak TWA has potential fauna for ecotourism in the form of birds, mammals, reptiles and insects. Animal information signs on the Bilasayak and Teluk Ujung interpretation routes have been created to help tourists find wildlife that can be observed on Mount Tunak.

Cite

CITATION STYLE

APA

Tresnani, G., Suana, I. W., Hadi, I., Zamroni, Y., Suryadi, B. F., Sadewo, I., & Taqwim, A. (2024). PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS KEANEKARAGAMAN HAYATI DI TAMAN WISATA ALAM GUNUNG TUNAK, LOMBOK TENGAH. Jurnal Abdi Insani, 11(2), 1012–1019. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v11i2.1376

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free