KORUPSI YANG MENGGURITA: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA TERHADAP NOVEL ORANG-ORANG PROYEK

  • Kurniati K
N/ACitations
Citations of this article
15Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sebagai bacaan yang menghibur, karya sastra merupakan media kontrol dalam dimensi fiksi karena karya sastra lahir dari realitas objektif dan diangkat dengan imajinasi-realitas menjadi realitas baru. Sastra juga menjadi sarana atau media diskusi yang dapat mengantarkan penciptaan ruang perubahan sosial, salah satunya dengan kegiatan mengkaji karya sastra. Karena sastra juga menjadi bahan baku pembelajaran di sekolah, sastra wajib diapresiasi dengan cara dikaji/analisis kebermaknaannya. Melalui metode deskriptif dengan pendekatan objektif (sosiologi sastra) sebuah karya sastra dapat dikaji. Novel Orang-Orang Proyek menjadi karya yang berusaha menghadirkan sebuah realitas kemanusiaan, yakni melawan korupsi dan berbagai penyimpangan. Orang-Orang Proyek tidak hanya mewakili zamannya (saat ditulis dan diterbitkan), tetapi juga mewakili kekinian. Di dalamnya terdapat kebenaran sosial. Karya tersebut memiliki sebab dan hasil kehebatan nilai artistik sebuah karya sastra (dengan dokumen sosialnya) sebagai potret kenyataan sosial. Inilah yang menjadikan Orang-Orang Proyek sebagai sastra yang bermakna.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kurniati, K. (2018). KORUPSI YANG MENGGURITA: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA TERHADAP NOVEL ORANG-ORANG PROYEK. Sirok Bastra, 2(2). https://doi.org/10.37671/sb.v2i2.42

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free