Abstract
Dalam meningkatkan layanannya kepada publik, Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) membutuhkan investasi dalam sistem informasi (SI) dan teknologi informasi (TI) untuk mendukung tata kelola organisasi. Oleh karena itu, investasi TI harus diterapkan dengan baik dan penuh pertimbangan, karena investasi SI/TI jika dialokasikan dengan tepat, dapat mendukung organisasi dalam menerapkan strategi bisnisnya. Berdasarkan permasalahan yang dialami BPKPD seperti investasi TI yang tidak sesuai dengan kebutuhan bisnis dan manajemen proyek yang tidak dikelola dengan baik, BPKPD harus jeli dalam menentukan kelayakan suatu proyek sebelum berinvestasi. Peneliti menggunakan dua metode, Ward and Peppard untuk menganalisis perencanaan strategis yang menghasilkan investasi apa yang diperlukan dan Cost-Benefit Analysis (CBA) untuk mengetahui apakah investasi menguntungkan atau merugikan serta untuk memilih investasi mana yang layak diprioritaskan. Penelitian ini menghasilkan usulan investasi yang terdiri dari: 5 usulan SI, 1 usulan TI, dan 2 usulan Manajemen SI/TI. Delapan usulan investasi yang diperoleh dari analisis Ward and Peppard selanjutnya dianalisis kelayakannya menggunakan metode CBA dan menghasilkan 1 usulan investasi TI yang tidak layak. Kata
Cite
CITATION STYLE
Wiratama, A., & Samopa, F. (2020). Optimization of IS/IT Investment using the Cost-Benefit Analysis (CBA) Method in Government Agencies. Jurnal IPTEK, 24(2), 131–138. https://doi.org/10.31284/j.iptek.2020.v24i2.1125
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.