Abstract
Aristoteles, salah satu filsuf klasik Yunani merumuskan pemikirannya tentang kebahagiaan dalam maha karyanya, Ethica Nicomachea. Kebahagiaan yang diperjuangkan manusia sesungguhnya termaktub dalam diri manusia itu sendiri. Kebahagiaan dicari dan senantiasa diimpikan manusia karena ia merupakan kebaikan tertinggi (the ultimate good) yang selalu menjadi tujuan terakhir (teleion) setiap tindakan khas manusia. Tindakan khas manusia adalah tindakan berkeutamaan yang senantiasa dilakukan dalam terang pemikiran yang lurus (orthos logos; correct reason). Aktualisasi keutamaan moral dan keutamaan intelektual sebagai bagian utuh dari aktivitas jiwa manusia dalam bentuk tindakan moral dan aktivitas kontemplasi hal-hal luhur dan Ilahi memastikan manusia menggapai kebahagiaan. Dengan lain perkataan, manusia yang makin manusiawi dapat merasakan dan mengalami kebahagiaan.
Cite
CITATION STYLE
Kapitan, A. (2023). Menimbang Kebahagiaan Bersama Aristoteles: Sebuah Tinjauan Filosofis. Dekonstruksi, 9(03), 27–30. https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v9i03.163
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.