Abstract
Kulit nanas seringkali menjadi limbah karena dianggap tidak bermanfaat. Akan tetapi jika ditinjau dari segi fitokimia, kulit nanas berpotensi untuk dimanfaatkan kandungan senyawa kimia di dalamnya. Proses ekstraksi merupakan tahap penting dalam pemanfaatan senyawa fitokimia karena dapat menentukan jumlah senyawa terekstraksi. Dalam penelitian ini dilakukan optimasi metode ekstraksi karbohidrat dari kulit nanas yang dilakukan secara konvensional secara pemanasan menggunakan pelarut air yang dilanjutkan dengan proses pengendapan menggunakan etanol. Metode ekstraksi dilakukan pada suhu 60, 70 dan 80oC dengan perbandingan bahan;pelarut 1:25, 1:40 dan 1:55 dan etanol sebagai pengendap dengan konsentrasi 70%, 83% dan 96%. Hasil analisis menggunakan metode respon permukaan menunjukkan bahwa kondisi ekstraksi yang menghasilkan kadar karbohidrat lebih tinggi dari kulit nanas terjadi pada suhu 80oC, perbandingan bahan:pelarut 1:37 dan konsentasi pengendap etanol 96%.
Cite
CITATION STYLE
Yuliawati, K. M. (2022). PENGGUNAAN METODE RESPON PERMUKAAN DALAM OPTIMASI METODE EKSTRASKI KARBOHIDRAT DARI KULIT NANAS (Ananas commusus). Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, 5(1), 52–61. https://doi.org/10.29313/jiff.v5i1.8325
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.