Abstract
Makalah ini berisi tentang pengintegrasian antara seni, bahasa, dan pariwisata. Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan akan ketiga hal tersebut. Oleh karena itu, artikel ini mencoba mengungkapkan nilai positif seni dan bahasa dalam mendukung perkembangan pariwisata Aceh. Beberapa kesenian tradisional menggunakan bahasa Aceh sebagai media seperti terdapat dalam tari seulawet, tari rapai, tari pho, dan lain-lain. Jika kesenian tersebut menggunakan bahasa Aceh, hal itu merupakan salah satu upaya revitalisasi terhadap bahasa Aceh. Revitalisasi bahasa daerah dapat dilakukan dalam beberapa cara atau metode. Salah satu metode dalam revitalisasi bahasa daerah, yakni menggunakan medium internet dengan tentu saja diperlukan dukungan pemerintah dan sektor swasta. Dengan pengintegrasian antara seni dan bahasa, sektor pariwisata diharapkan akan meningkat yang ditandai dengan meningkatnya angka kunjungan wisata ke Aceh.
Cite
CITATION STYLE
Santoso, T. (2014). Korelasi Bahasa Daerah, Kesenian, dan Pariwisata (Kajian Integratif Terhadap Bahasa Aceh). Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan Dan Kesastraan, 2(1), 1–8. https://doi.org/10.31813/gramatika/2.1.2014.71.1--8
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.