Abstract
Di Indonesia yang berpenduduk padat, pertumbuhan startup yang relatif rendah dibandingkan negeri tetangga seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia. Berdasarkan Sistem Data Online UMKM (ODS) 2021, jumlah pengusaha perempuan sebanyak 86.325 (47,99%) dan jumlah pengusaha laki-laki sebanyak 93.574 (52,01%). Faktanya, banyak perempuan di dunia usaha yang bisa berkontribusi pada kemajuan sebuah negara, terutama dengan menggerakkan perekonomian. Berdasarkan hasil riset penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa perempuan pengusaha memiliki resiliensi sedang. Artinya perempuan pengusaha mempunyai kemampuan yang wajar dalam mengatasi dan adaptasi pada kejadian dan permasalahan serius dalam hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketahanan wirausaha perempuan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam dunia usaha yang didominasi laki-laki. Subyek survei ini adalah 50 pengusaha perempuan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala Reivich & Shatte Resilience Quotient Test (uji RQ). Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil pengujian yang diharapkan menggunakan uji normalitas dengan distribusi normal. Uji homogenitas menunjukkan hasil distribusi populasi normal. Hasil uji one-sample t-test menunjukkan bahwa hipotesis perempuan pengusaha mempunyai tingkat resiliensi tertentu diterima. Kata Kunci : Entrepreneur, Resiliensi, Womenpreneur
Cite
CITATION STYLE
Pratama, A. (2024). Kekuatan Adaptasi: Eksplorasi Praktik Resiliensi oleh Wirausaha Perempuan di Lingkungan Industri Kreatif Indonesia. Jurnal Ilmiah Perlindungan Dan Pemberdayaan Sosial (Lindayasos), 6(1), 34–38. https://doi.org/10.31595/lindayasos.v6i1.1183
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.