Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji ketelitian citra Quickbird dalam memperoleh parameter-parameter potensi kebakaran daerah perkotaan, mengestimasi potensi kebakaran berdasarkan parameter yang diperoleh, dan memetakan zonasi tingkat kerentanan kebakaran permukiman dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang digunakan adalah interpretasi visual citra penginderaan jauh, dengan data citra Quickbird sebagai sumber utama. Uji interpretasi citra Quickbird dilakukan menggunakan metode Short, sedangkan pengolahan dan analisis data dilakukan dengan teknik pengharkatan (scoring), pembobotan, dan overlay untuk menghasilkan zonasi kerentanan kebakaran permukiman. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua kategori utama, yaitu variabel potensi kebakaran dan variabel ketersediaan fasilitas pemadam kebakaran. Variabel potensi kebakaran mencakup kepadatan bangunan, pola bangunan, jenis atap, lokasi sumber air, lokasi permukiman dari jalan utama, lebar jalan masuk, kualitas jalan, bahan bangunan, dan pelanggan listrik, sedangkan variabel ketersediaan fasilitas pemadam kebakaran meliputi fasilitas air hidran, alat pemadam kebakaran ringan (APAR), alat pemadam kebakaran berat (APAB), dan tandon air. Hasil uji ketelitian interpretasi citra menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi, dengan kepadatan bangunan mencapai 92,3%, pola bangunan 96,15%, jenis atap 100%, lebar jalan masuk 100%, dan kualitas jalan 92,3%. Pemetaan kerentanan kebakaran menghasilkan tiga kelas zonasi, yaitu rentan (46,7% atau 1343,2 Ha), agak rentan (22,9% atau 660,1 Ha), dan tidak rentan (30,4% atau 871,7 Ha).
Cite
CITATION STYLE
Somantri, L. (2016). PEMANFAATAN CITRA QUICKBIRD DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ZONASI KERENTANAN KEBAKARAN PERMUKIMAN KASUS DI KOTA BANDUNG BAGIAN BARAT. Jurnal Geografi Gea, 11(1). https://doi.org/10.17509/gea.v11i1.1656
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.