Megalitik Di Situbondo Dan Pengaruh Hindu Di Jawa Timur

  • Prasetyo B
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Menyimak kronologi perkembangan budaya megalitik di Situbondo terlihat bahwa paling tidak pada sekitar abad 5 (sesuai dengan pertanggalan karbon) bahkan ada kemungkinan jauh sebelumnya, bahwa tradisi megalitik telah mengakar dan terus berkembang jauh kemudian sampai abad ke 15 M atau mungkin lebih setelah runtuhnya kerajaan dengan ciri Hindu (Majapahit) di wilayah Jawa Timur. Megalitik sebagai suatu tradisi dan kepercayaan asli bangsa Indonesia tampaknya tidak mudah digeser oleh pengaruh agama dari luar (asing). Pada umumnya pengaruh agama asing hanya melekat pada masyarakat dalam lingkungan istana atau masyarakat yang termasuk dalam jangkauan tampuk pemerintahan, sedangkan bagi masyarakat yang ada di luar tidak terpengaruh oleh unsur-unsur tersebut. Kalau diperhatikan secara seksama tampaknya masyarakat pendukung tradisi megalitik selalu membangun komunitas yang cukup luas.

Cite

CITATION STYLE

APA

Prasetyo, B. (1999). Megalitik Di Situbondo Dan Pengaruh Hindu Di Jawa Timur. Berkala Arkeologi, 19(2), 22–29. https://doi.org/10.30883/jba.v19i2.820

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free