Hubungan Pengasuhan Nenek dengan Kemandirian Anak Usia Dini pada Suku Madura

  • Sary Y
  • Iriyani T
N/ACitations
Citations of this article
97Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kebudayaan Suku Madura yaitu apabila anak perempuan menikah tidak boleh meninggalkan rumah orang tua. Kondisi ini membuat pengasuhan secara otomatis beralih kepada nenek. Dampak negaitif pengasuhan nenek yaitu mayoritas menggunakan pola pengasuh permisif berdampak kecenderungan anak menarik diri dan tidak mampu untuk berteman dengan teman sebayanya. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara pola pengasuhan nenek dengan kemandirian anak usia dini suku Madura. Menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel adalah anak usia dini (4-6 tahun)  sebanyak 41 orang dan nenek yang mengasuhnya berjumlah 41 orang. Menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian yaitu kuesioner. Analisis data univariat dan distribusi frekuensi, analisis bivariate dengan chi kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas nenek menerapkan pengasuhan permisif kepada cucunya sehingga cucu yang diasuhnya memiliki kemandirian dengan tingkat rendah. Keterbatasan dari penelitian ini adalah pada saat penelitian, mayoritas nenek pengasuh kurang memahami bahasa Indonesia dikarenakan bahasa setiap hari yang digunakan adalah bahasa lokal yaitu bahasa Madura

Cite

CITATION STYLE

APA

Sary, Y. N. E., & Iriyani, T. (2022). Hubungan Pengasuhan Nenek dengan Kemandirian Anak Usia Dini pada Suku Madura. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 5558–5563. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.2863

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free