Abstract
Bakasang sia-sia adalah produk fermentasi berbahan dasar cacing kacang (Sipunculus nodus) yang diolah oleh masyarakat Kepulauan Tanimbar, Maluku. Pengolahan yang tidak terkontrol memungkinkan adanya bakteri coliform dalam produk pangan lokal ini. Bahan pengawet yang ditambahkan dalam pengolahan bakasang sia-sia sangat beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri coliform dari bakasang sia-sia yang diolah menggunakan pengawet berbeda. Bakteri coliform dienumerasi dan diisolasi masing-masing menggunakan media lactose broth (LB) dan Eosin methylene blue agar (EMBA) kemudian dikarakterisasi secara makroskopis dan mikroskopis. Penentuan jumlah bakteri coliform menggunakan metode Most probable number (MPN) seri tiga tabung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah bakteri coliform pada bakasang sia-sia yang diolah menggunakan garam dan perasan jeruk adalah 210 MPN/g, lebih tinggi dibandingkan bakasang yang menggunakan cuka koli hanya mencapai 28 MPN/g. Diduga bakteri coliform yang ditemukan dalam bakasang sia-sia termasuk dalam genus Escherichia, Enterobacter, dan Citrobacter. Bakasang sia-sia perlu dioptimasi pengolahannya secara fermentasi terkontrol untuk meningkatkan kualitas produk pangan lokal di masa yang akan datang.
Cite
CITATION STYLE
Mahulette, F., Lesbassa, C. V., & Pattipeilohy, M. (2024). Kelimpahan dan Karakteristik Bakteri Coliform dalam Bakasang Sia-sia (Sipunculus nodus L). LenteraBio : Berkala Ilmiah Biologi, 13(1), 160–166. https://doi.org/10.26740/lenterabio.v13n1.p160-166
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.