Abstract
Sistem layanan transportasi melibatkan jumlah taksi dan jumlah permintaan yang ada. Hal ini dibutuhkan keseimbangan agar tidak terlalu banyak taksi yang beroperasi dan kekurangan taksi yang mengakibatkan jumlah pembatalan pesanan meningkat. Maka masalah tersebut mengisyaratkan diperlukannya suatu alat analisis berupa model simulasi untuk mengevaluasi jumlah taksi yang beroperasi untuk memenuhi jumlah permintaan yang ada. Sistem tersebut sulit untuk dimodelkan dengan model matematik karena keragaman perilaku yang dapat terjadi, maka perangkat lunak simulasi merupakan salah satu solusi yang digunakan untuk permasalahan ini. Agen Based Modeling merupakan metode pemodelan yang digunakan karena dapat mengakomodasi sifat dan atribut pada setiap agennya.Hasil yang didapatkan adalah jumlah armada optimal yang beroperasi sejumlah 103 armada dengan jumlah pembatalah order 1,2 % dan model ini membuktikan bahwa jumlah armada yang beroperasi sensitif terhadap jumlah permintaan yang ada. Kata
Cite
CITATION STYLE
Istiqomah, S., Yuniaristanto, Y., & Suletra, I. W. (2019). Evaluasi Layanan Taksi Menggunakan Agen Based Modeling (ABM). Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 18(1), 87–94. https://doi.org/10.23917/jiti.v18i1.7227
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.