Hubungan Lama Menderita Dengan Kebutuhan Spiritual Pasien HIV-AIDS

  • Ahmad Ikhlasul Amal
  • Mohammad Arifin Noor
N/ACitations
Citations of this article
22Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Pada orang yang memeiliki penyakit kronis yang salah satunya adalah HIV, kemaknaan tentang kebutuhan spiritual tersebut juga dapat berdampak terhadap kelanjutan menjalankan terapi atau pengobatan yang lama. Perawat memiliki andil dalam memenuhi kebutuhan spiritual pada pasien dengan penyakit kronis tersebut. Lamanya pasien HIV yang mendapatkan Kebutuhan spiritual menjadi salah satu bagian yang penting untuk dipenuhi selama menjadi ODHA guna mendapatkan solusi dari masalah hidup. Studi ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi korelasi antara lama menderita dengan kebutuhan spiritual pasien HIV-AIDS. Metode: Desain penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan melibatkan 51 sampel. Analisis data menggunakan Uji Spearman. Hasil: Dominasi responden menurut jenis kelamin adalah laki-laki (58,8%), pendidikan terakhir SMA (49,0%) dan Agama Islam (96,1%). Analisis bivariate variabel lama terdiagnosis dengan kebutuhan spiritual ditemukan p-value sebesar 0,025 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara lama menderita dengan kebutuhan spiritual pasien HIV-AIDS, dengan tingkat keeratan lemah. Hal ini dapat berarti bahwa semakin lama menderita maka kebutuhan spiritual juga semakin meningkat. Kata Kunci       : HIV-AIDS, Lama Menderita, Kebutuhan Spiritual

Cite

CITATION STYLE

APA

Ahmad Ikhlasul Amal, & Mohammad Arifin Noor. (2021). Hubungan Lama Menderita Dengan Kebutuhan Spiritual Pasien HIV-AIDS. Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA, 11(1), 35–40. https://doi.org/10.37413/jmakia.v11i1.148

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free