Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat Antidiabetik Oral di Puskesmas Pangkalan Balai Tahun 2025

  • Putra M
  • Pranata Y
  • Wahab S
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
27Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang membutuhkan terapi jangka panjang, sehingga kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antidiabetik oral sangat menentukan keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan minum obat antidiabetik oral di Puskesmas Pangkalan Balai tahun 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 94 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha = 0,708). Analisis menggunakan uji Chi-Square pada taraf signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil menunjukkan sebagian besar responden perempuan (53,2%) dan memiliki kepatuhan rendah (57,4%), dengan hanya 22,3% yang patuh. Sebagian menilai fasilitas kesehatan baik (55,3%), namun 68,1% memiliki pola hidup tidak sehat. Uji bivariat menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara fasilitas kesehatan (p = 0,958) maupun pola hidup (p = 0,518) dengan kepatuhan. Kesimpulannya, kepatuhan minum obat antidiabetik oral masih rendah dan tidak dipengaruhi secara signifikan oleh fasilitas kesehatan dan pola hidup, sehingga faktor lain seperti pengetahuan, motivasi, dan dukungan keluarga kemungkinan lebih berperan.Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang memerlukan terapi jangka panjang, sehingga kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antidiabetik oral sangat menentukan keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan, pola hidup, dan fasilitas kesehatan dengan kepatuhan minum obat antidiabetik oral pada pasien DM di Puskesmas Pangkalan Balai. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional pada 94 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik, pola hidup sehat, persepsi fasilitas kesehatan layak, serta tingkat kepatuhan sedang. Uji bivariat membuktikan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan, pola hidup, dan fasilitas kesehatan dengan kepatuhan minum obat antidiabetik oral (p = 0,000). Pasien dengan pengetahuan lebih baik, pola hidup lebih sehat, dan persepsi fasilitas kesehatan yang baik memiliki peluang kepatuhan lebih tinggi. Penelitian ini menegaskan bahwa faktor kognitif, perilaku, dan dukungan pelayanan kesehatan berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan terapi, sehingga diperlukan edukasi berkelanjutan dan optimalisasi layanan kesehatan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Putra, M. I. S., Pranata, Y., Wahab, S., & Muliana, H. (2025). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat Antidiabetik Oral di Puskesmas Pangkalan Balai Tahun 2025. JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN, 3(2), 36–42. https://doi.org/10.52120/jlik.v3i2.126

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free