Mitasaqan Ghaliza's Concept as a Solution to the Feminist Perspective on the Concept of Marriage

  • Shalahuddin H
  • Hidayat M
  • Nugroho A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
35Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak: Dinamika kehidupan manusia sejatinya sangat berkaitan dengan worldviewnya terhadap dunia. Tak terkecuali dalam ranah pernikahan dan keluarga. Femisme dengan cara pandangnya menganggap pernikahan dan keluarga hanya sebatas kepentingan dan kepuasan manusia saja bahkan pernikahan hanya membawa kesengsaraan, ketertindasan bagi perempuan. Sejalan dengan problem itu pandangan hidup Islam patut menjadi solusi. Pernikahan disebut dengan mitsaqan ghaliza dan merupakan sebuah sarana yang menghadirkan kenyamanan dan keserasian antara dua manusia. Dengan menggunakan pendekatan library research dan metode analisis konten. Penulis menemukan tiga problem konsep pernikahan menurut feminis, pertama pernikahahan memfasilitasi kekerasan terhadap perempuan, kedua hubungan suami istri tanpa persetujuan adalah pemerkosaan, ketiga child free wanita tidak bisa dipaksa untuk memiliki anak dan harus memiliki me time. Keyword: Pernikahan, Feminisme, mitsaqan ghaliza

Cite

CITATION STYLE

APA

Shalahuddin, H., Hidayat, M. S., Nugroho, A. S., Tsaqib, M. A., & Jamil, A. (2023). Mitasaqan Ghaliza’s Concept as a Solution to the Feminist Perspective on the Concept of Marriage. Journal of Islamic and Occidental Studies, 1(2), 190–213. https://doi.org/10.21111/jios.v1i2.23

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free