Abstract
Suatu ruas jalan agar dapat memberi pelayanan yang baik (memuaskan) bagi pemakainya, maka volume pelayanannya harus lebih rendah dari kapasitasnya, hal ini dikarenakan kapasitas ruas jalan sangat dipengaruhi oleh kapasitas persimpangan yang ada pada jalan tersebut. Pemakai jalan itu sendiri kurang sadar akan tingkat volume itu sendiri, tetapi mereka merasakan akibat dari berjejalnya lalu lintas dari kemudahan untuk pergerakan dengan kecepatan tertentu, kenyamanan, ekonomisnya perjalanan dan keselamatan. Berdasarkan hal tersebut , maka dilakukan penelitian pada ruas jalan Banda Aceh-Medan tepatnya pada simpang Selat Malaka untuk mengetahui tingkat pelayanan pada persimpangan dan arus lalu lintas persimpangan. Berdasarkan hasil perhitungan pada jam-jam sibuk arus lalu lintas sudah tidak stabil, nilai derajat kejenuan didapat 1,18 lebih besar dari yang disyaratkan 0,85. Hal tersebut berdasarkan variasi dalam operasional yang disebabkan oleh perubahan kapasitas. Sehingga pada persimpangan tersebut perlu pengaturan simpang dengan perencanaan waktu siklus. Berdasarkan arus lalu lintas dengan metode Webster maka direncanakan dua fase dengan waktu siklus 63 detik. Kata-kata kunci: waktu siklus, derajat kejenuhan, tingkat pelayanan
Cite
CITATION STYLE
Rosalina, R. (2017). MANAJEMEN LALU LINTAS PADA PERSIMPANGAN JALAN B.ACEH-MEDAN CUNDA-LHOKSEUMAWE. Portal: Jurnal Teknik Sipil, 2(2). https://doi.org/10.30811/portal.v2i2.483
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.