Brainstorming sebagai Alternatif Metode Dakwah Mujadalah di Kalangan Remaja Muslim

  • Sutriyono S
  • Hidayat A
N/ACitations
Citations of this article
18Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Dakwah seringkali hanya dimaknai sebagai penyampaian pesan-pesan keagamaan dan disampaikan dengan metode ceramah yang bersifat satu arah, kurang ada interaksi dan diskusi. Akibatnya sering tidak mampu membentuk kesadaran karena hanya mendengar pesan-pesan itu tanpa mencoba mendiskusikan secara mendalam. Sementara Dakwah harusnya memberikan bekasan sehingga mampu merubah pemahaman dan membentuk kesadaran dan mendorong prilaku yang positif. Metode Dakwah yang disampaikan dikalangan remaja tentu harus mendorong kemampuan berpikir sehingga mampu membentuk kesadaran. Metode Brainstorming mampu menghasilkan ide-ide baru dan pemecahan masalah bisa menjadi altenatif dalam penyampain Dakwah, khususnya dikalangan remaja muslim. Tujuan penelitian ini adalah menawarkan metode Brainstorming sebagai alternative metode penyampaian Dakwah, khususnya dikalangan remaja muslim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pustaka. Hasil penelitian ini bahwa metode brainstoring bisa menjadi altenatif dalam penyampaian Dakwah Islam khususnya dikalangan remaja dan mampu mndorong kemampuan berpikir dan membentuk kesadaran akan nilai-nilai moral

Cite

CITATION STYLE

APA

Sutriyono, S., & Hidayat, A. (2024). Brainstorming sebagai Alternatif Metode Dakwah Mujadalah di Kalangan Remaja Muslim. INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah, 6(1), 125–144. https://doi.org/10.55372/inteleksiajpid.v6i1.317

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free