Abstract
Blended learning merupakan perpaduan atau kombinasi dari berbagai pembelajaran baik jarak jauh maupun tatap muka. Blended learning dipercaya dapat meningkatkan pengetahuan peserta didik. Oleh karena itu aplikasi blended learning dalam pelatihan sumber daya manusia (SDM) kesehatan perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh metode blended learning dalam pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan SDM Puskesmas di Sulawesi Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pre-posttest. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Provinsi Sulawesi Utara pada 5-10 September 2022. Responden penelitian ini yaitu 30 SDM Kesehatan yaitu Tim Gerak Cepat Penanggulangan KLB dan Wabah di Puskesmas. Variabel yang diukur dalam penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan. Instrumen yang digunakan yaitu kuisioner. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan baik nilai terendah, tertinggi dan rataan. Nilai terendah terjadi peningkatan 48,5 poin, nilai tertinggi mengalami peningkatan sebesar 30 poin dan nilai rataan meningkat seebsar 33,33 poin. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai t sebesar 20,0478 dan nilai p sebesar 0,0001 (p< 0,05). Nilai-nilai ini menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pelatihan dengan metode blended learning. Kesimpulan penelitian ini yaitu adanya pengaruh pelatihan dengan metode blended learning terhadap pengetahuan peserta pelatihan.
Cite
CITATION STYLE
Lolong, R., Joufree Rotty, V. N., & Tambingon, H. N. (2022). Pengaruh Metode Blended Learning dalam Peningkatan Pengetahuan Sumber Daya Manusia Kesehatan di Puskesmas Sulawesi Utara. LITERATUS, 4(2), 589–595. https://doi.org/10.37010/lit.v4i2.858
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.