PERBANDINGAN KANDUNGAN FITOKIMIA FRAKSI ETIL ASETAT DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum Folium) DENGAN PERBEDAAN KETINGGIAN GEOGRAFIS TUMBUH

  • Hadi I
  • Nurfazera A
  • Rohmatika N
N/ACitations
Citations of this article
69Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Daun kemangi (Ocimum basilicum folium) merupakan salah satu tumbuhan yang biasa digunakan sebagai obat tradisional adalah daun kemangi. Kemangi dapat tumbuh liar ataupun dibudidayakan. Perbedaan letak geografis tumbuh memberikan pengaruh pada senyawa fitokimia yang dihasilkan tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan senyawa fitokimia daun kemangi yang tumbuh pada perbedaan letak geografis. Daun kemangi didapatkan dari dataran rendah Cirebon dan dataran tinggi kabupaten Kuningan. Sampel yang digunakan yaitu fraksi etil asetat daun kemangi.Identifikasi senyawa fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa flavonoid, saponin dan terpenoid. Hasil uji menunjukkan fraksi daun kemangi dari datarn rendah dan dataran tinggi mengandung ketiga senyawa tersebut. Menariknya, pada identifikasi flavonoid dan terpenoid, dataran rendah memiliki flavonoid lebih banyak serta terpenoid yang lebih sedikit dari sampel dari dataran tinggi. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa perbedaan geografis tumbuh menyebabkan adanya perbedaan kandungan senyawa fitokimia pada fraksi etil asetat daun kemangi

Cite

CITATION STYLE

APA

Hadi, I., Nurfazera, A., & Rohmatika, N. (2023). PERBANDINGAN KANDUNGAN FITOKIMIA FRAKSI ETIL ASETAT DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum Folium) DENGAN PERBEDAAN KETINGGIAN GEOGRAFIS TUMBUH. Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi, 7(1). https://doi.org/10.61685/jibf.v7i1.85

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free