Perbedaan Political Awareness Dilihat dari Peran Gender Pemilih Pemula

  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
95Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tuntutan adanya kesetaraan gender dalam bidang politik yang disuarakan oleh gerakan feminis di Indonesia pada akhirnya membuahkan hasil. Pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan affirmatif action, yaitu memberi kuota 30% bagi perempuan dalam persaingan politik di Indonesia. Pemuda sebagai pemilih pemula adalah agent of change, moral force, iron  stock dan social control  yang  memiliki kontribusi besar untuk mewujudkan kebangkitan bangsa.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan kesadaran politik dilihat dari peran gender pemilih pemula. Desain enelitian ini menggunakan metode kuantitatif komparasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan skala political awareness serta skala peran gender. Reliabilitas menggunakan formula Cronbach Alpha. Uji asumsi penelitian ini menggunakan uji normalitas dengan formula Kolmogorov Smirnov dan uji homogenitas dengan Levene’s test. Uji Hipotesis menggunakan anova satu jalur (one way anova) menggunakan bantuan SPSS 20.0 for widows. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil yang tidak signifikan karena p > 0,05 yang menunjukkan bahwa political awareness tidak bisa dibedakan berdasarkan peran gender.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rojihah, R., Akhrani, L. A., & Hasanah, N. (2015). Perbedaan Political Awareness Dilihat dari Peran Gender Pemilih Pemula. Mediapsi, 01(01), 59–66. https://doi.org/10.21776/ub.mps.2015.001.01.7

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free