Abstract
Bullying merupakan fenomena yang umum dan masalah yang universal pada anak usia sekolah. Bullying dapat menimbulkan efek yang serius/ negatif terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan anak. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mencegah bullying adalah dengan latihan ketrampilan asertif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh latihan asertif terhadap pencegahan bullying pada siswa SMP 28 Padang. Desain penelitian adalah Quasi eksperimen dengan jumlah sampel 81 sampel (43 Kontrol dan 38 intervensi). Intervensi yang diberikan adalah latihan asertif training dengan 5 sesi selama 30 – 45 menit, yang terdiri dari berkomunikasi dengan orang lain, menyatakan “tidak” pada pernyataan yang tidak rasional, menyatakan keluhan, memberikan penghargaan kepada orang lain dan menerima pernghargaan serta mempertegas perilaku asertif dengan sosia drama. A dolescent P eer R elationship I nstruments (APRI) digunakan untuk mengukur perilaku bullying. Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan perilaku bullying sebelum dan sesudah intervensi antara kelompok kontrol dengan kelompok intervensi. Dapat disimpulkan bahwa latihan ketrampilan asertif dapat dipertimbangkan sebagai intervensi yang dapat mencegah perilaku bullying pada remaja.
Cite
CITATION STYLE
Herman, H., Nurshal, D., & Novrianda, D. (2020). The Effect of Assertive Training on Bullying in Junior High School. Jurnal Keperawatan Soedirman, 15(1). https://doi.org/10.20884/1.jks.2020.15.1.1069
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.