Abstract
Tujuan: Riset ini bertujuan untuk menerapkan latihan komunikasi asertif guna mengontrol marah pada pasien risiko perilaku kekerasan. Metode: Desain penelitian yang digunakan berupa penelitian kualitatif studi kasus pada satu subjek yaitu Nn S berusia 26 tahun dengan risiko perilaku kekerasan. Instrumen penelitian yang digunakan berupa asuhan keperawatan jiwa. Intervensi dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan Strategi Pelaksanaan 1-4 pada risiko perilaku kekerasan dan dilakukan evaluasi setiap selesai tindakan. Hasil: Hasil riset didapatkan latihan komunikasi asertif lebih efektif dalam mengontrol marah pada Nn S yang ditunjukkan pasien mampu mengungkapkan rasa marah dengan cara yang baik. Kesimpulan: Latihan komunikasi asertif sangat efektif diterapkan pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan untuk mengontrol marah, serta dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan mandiri untuk pasien risiko perilaku kekerasan baik dalam masa pengobatan ataupun pemulihan.
Cite
CITATION STYLE
Nur Afifatun Ainy, Ririn Isma Sundari, & Sri Imaniyati. (2023). Studi Kasus Intervensi Penerapan Latihan Komunikasi Asertif untuk Mengontrol Marah pada Pasien Risiko Perilaku Kekerasan. INDOGENIUS, 2(3), 230–237. https://doi.org/10.56359/igj.v2i3.263
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.