KAUM MODERNIS DI NUSANTARA: Jami’at Khair

  • Sya'bana D
  • Wardi S
N/ACitations
Citations of this article
25Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Jami’at Khair sebagai lembaga pendidikan modern pertama mempelopori keterpaduan antara kedua system tersebut, dengan cara memasukkan kurikulum ilmu pengetahuan modern ke dalam system pendidikan tradisional, dan memasukkan pendidikan agama ke dalam kurikulum sekolah-sekolah modern. Selanjutnya perkumpulan ini menjadi contoh bagi sekolah-sekolah yang didirikan oleh organisasi-organisasi Islam lain, sehingga sistem pendidikan tradisional akan berkembang secara berangsur-angsur mengarah ke sistem pendidikan modern. Jami’at Khair didirikan oleh Sayid Ali bin Ahmad bin Syahab sebagai ketua, Sayid Muhammad bin Abdullah bin Syahab sebagai wakil ketua, Sayid Muhammad Al Fachir bin Abdurrahman Almasyhur sebagai sekretaris, Sayid Idrus bin Ahmad bin Syahab sebagai bendahara, dan Said bin Ahmad Basandiet sebagai anggota. Tujuan Penelitian ini untuk melihat bagaimana eksistensi dan kontribusi Jami’at Khair dalam Modernisasi di Nusantara. Jenis penelitian lapangan ( field Research) dengan pendekatan penelitian dengan studi literatur. Kata Kunci : Latar belakang Jami’at Khair, Kontribusi Jami’at Khair, Perkembangan Jami’at Khair di Nusantara

Cite

CITATION STYLE

APA

Sya’bana, D. F., & Wardi, S. (2021). KAUM MODERNIS DI NUSANTARA: Jami’at Khair. Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences, 2(3), 144. https://doi.org/10.30821/islamijah.v2i3.17082

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free