PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG BAHAYA KOMPLIKASI DIABETES MELITUS PADA IBU PKK

  • Andriani Y
  • Tsalasani N
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang akan diderita seumur hidup sehingga progresifitas penyakit akan terus berjalan, dan dapat menimbulkan komplikasi. Kematian pada penderita DM tidak secara Iangsung terjadi akibat hiperglikemianya, tetapi ada hubungannya dengan komplikasi yang terjadi. Penderita DM memiliki potensi 5 kali Iebih besar untuk timbul gangren, 17 kali Iebih besar untuk menderita kelainan ginjal dan 25 kali Iebih besar untuk terjadinya kebutaan dibanding dengan populasi normal. Selain itu, penderita DM juga memiliki resiko kardiosebrovaskuler seperti hipertensi, stroke, hingga serangan jantung [1]. Prevalensi penderita DM di D.I Yogyakarta mengalami peningkatan dalam 3 tahun terakhir yakni pada tahun 2020 terdapat 10.653 orang kemudian meningkat pada tahun 2021 yakni sebanyak 13.327 orang dan pada tahun 2022 sebanyak 13.676 orang [2]. Peningkatan prevalensi DM harus disertai dengan peningkatan pengetahuan tentang penyakit tersebut di kalangan masyarakat agar dapat membantu dalam pencegahan, manajemen, dan pengendalian penyakit DM sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan penyuluhan dalam bentuk promotif dan preventif melalui penyuluhan tentang bahaya komplikasi DM, edukasi senam kaki dan deteksi dini The Ipswich Touch Test (IpTT). Pengabdian masyarakat ini ditujukan kepada ibu PKK Padukuhan Pangkah sejumlah 30 orang. Tahap pelaksanaan kegiatan yaitu pre test dan post test, ceramah, dan diskusi. Hasil dari nilai pre test peserta yakni sebanyak 16 (53,33%) peserta yang memiliki pengetahuan baik, sedangkan 10 (33,34%) peserta dan 4 peserta (13,33%) masing- masing memiliki pengetahuan hipertensi yang cukup dan kurang. Hasil post test menunjukkan bahwa sebanyak 23 peserta (76,67%) memiliki pengetahuan yang baik, 7 peserta (23,33%) memiliki pengetahuan yang cukup dan tidak ada peserta yang memiliki pengetahuan yang kurang. Adanya peningkatan nilai pre test ke nilai post test ini menunjukkan adanya pengaruh penyuluhan yang diberikan terhadap pemahaman peserta.Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang dapat berlangsung dalam jangka panjang serta dapat mengakibatkan kematian. Kematian pada penderita DM tidak secara Iangsung terjadi akibat hiperglikemi, tetapi dapat berhubungan dengan komplikasi yang terjadi. Penderita DM memiliki potensi 5 kali Iebih besar untuk timbul gangren, 17 kali Iebih besar untuk menderita kelainan ginjal dan 25 kali Iebih besar untuk terjadinya kebutaan dibanding dengan populasi normal. Selain itu, penderita DM juga memiliki resiko kardiosebrovaskuler seperti hipertensi, stroke, hingga serangan jantung. Prevalensi penderita DM di Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami peningkatan dalam 3 tahun terakhir yakni pada tahun 2020 terdapat 10.653 kasus kemudian meningkat pada tahun 2021 yakni sebanyak 13.327 kasus dan pada tahun 2022 sebanyak 13.676 kasus. Peningkatan prevalensi DM harus disertai dengan peningkatan pengetahuan tentang penyakit tersebut di kalangan masyarakat agar dapat membantu dalam pencegahan, manajemen, dan pengendalian penyakit DM sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan penyuluhan dalam bentuk promotif dan preventif melalui penyuluhan tentang bahaya komplikasi DM, edukasi senam kaki dan deteksi dini The Ipswich Touch Test (IpTT). Pengabdian masyarakat ini ditujukan kepada ibu PKK Padukuhan Pangkah sejumlah 30 orang. Tahap pelaksanaan kegiatan yaitu pre test dan post test, ceramah, dan diskusi. Hasil dari nilai pre test peserta yakni sebanyak 16 (53,33%) peserta yang memiliki pengetahuan baik, sedangkan 10 (33,34%) peserta dan 4 peserta (13,33%) masing- masing memiliki pengetahuan hipertensi yang cukup dan kurang. Hasil post test menunjukkan bahwa sebanyak 23 peserta (76,67%) memiliki pengetahuan yang baik, 7 peserta (23,33%) memiliki pengetahuan yang cukup dan tidak ada peserta yang memiliki pengetahuan yang kurang. Adanya peningkatan nilai pre test ke nilai post test ini menunjukkan adanya pengaruh penyuluhan yang diberikan terhadap pemahaman peserta

Cite

CITATION STYLE

APA

Andriani, Y., & Tsalasani, N. (2025). PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG BAHAYA KOMPLIKASI DIABETES MELITUS PADA IBU PKK. Journal of Innovation in Community Empowerment, 7(1), 27–34. https://doi.org/10.30989/jice.v7i1.1440

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free