Abstract
Penggunaan model pembelajaran konvensional dalam kegiatan pembelajaran menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya kemampuan penalaran ilmiah siswa di SMA N 16 Semarang. Oleh karena itu, perlu digunakan model pembelajaran baru agar dapat mengajarkan siswa bagaimana berargumentasi secara ilmiah. Eksperimen dilakukan menggunakan desain kontrol grup yang tidak sebanding. Metode pengumpulan data yang meliputi observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain) mempengaruhi kemampuan siswa dalam membuat argumen persuasif dalam konteks sains, khususnya pada informasi hidrolisis garam. Tingginya kompetensi siswa dalam argumentasi ilmiah menjadi buktinya. Hal ini berdasarkan rata-rata persentase hasil setiap indikasi argumentasi yaitu sebesar 64% yang berada pada kisaran tinggi. Rata-rata tingkat kompetensinya adalah 43% siswa berada pada kemampuan berargumentasi ilmiah level 4.
Cite
CITATION STYLE
Misrochah, N., & Salsabila, A. D. (2023). Enhancing Students’ Scientific Argumentation Skills in Salt Hydrolysis Materials With The Application of The POE (Predict-Observe-Explain) Learning Model. Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series, 6(4). https://doi.org/10.20961/shes.v6i4.81251
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.