Dialog Sebagai Kesadaran Relasional Antar Agama: Respons Teologis Atas Pudarnya Semangat Toleransi Kristen-Islam Di Indonesia

  • Kaha S
N/ACitations
Citations of this article
259Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Isu pudarnya toleransi antarumat beragama di dalam kehidupan bangsa Indonesia yang majemuk masih menjadi isu yang penting untuk diselesaikan. Fakta membuktikan bahwa kalangan Kristen sering kali didiskreditkan dengan Islam radikal. Padahal, kemajemukan memanggil setiap warga negara untuk merayakan perbedaan. Pernyataan tesis dalam mengatasi masalah ini terlihat melalui peluang dialog yang muncul sebagai realitas praksis baru antaragama untuk hidup dalam keharmonisan. Dialog mendatangkan beragam dinamika dan relasi yang mungkin karena sifatnya yang mengubahkan dan menumbuhkan sehingga mewadahi pluralitas yang konkret. Bahkan, dialog dapat menjadi identitas sosial umat beragama di Indonesia yang majemuk ketika perhatian dialog tidak sebatas konsep ilmu kalam masing-masing agama melainkan bentuk yang lebih transformatif. Berkaitan dengan itu beberapa pemikir teori kerukunan antar umat beragama menunjukkan urgensi dan implikasi dari pendekatan dialog mengatasi intoleransi. Khususnya, dalam konteks kehadiran Kristen dan Islam di Indonesia. Makalah ini mencoba mengimplikasikan konsepsi dialog sebagai pendekatan relasional Kristen dan Islam dalam rangka membangun hubungan antar umat beragama yang harmonis di Indonesia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kaha, S. C. (2020). Dialog Sebagai Kesadaran Relasional Antar Agama: Respons Teologis Atas Pudarnya Semangat Toleransi Kristen-Islam Di Indonesia. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen Dan Musik Gereja, 4(2), 132–148. https://doi.org/10.37368/ja.v4i2.165

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free