Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : a) bagaimana korelasi IPM dengan komponen-komponen pembentuk IPM, b) faktor apa yang paling besar membentuk IPM, dan c). seberapa besar pengaruh IPM terhadap Pendapatan Per Kapita, dan Kemiskinan.Data yang digunakan dalam penelitian adalah Indeks Pembangunan Manusia, Pendapatan Per Kapita dan Tingkat Kemiskinan Kabupaten Mimika kurun waktu tahun 2005 – 2013. Metode analisis yang digunakan dalam menjawab tujuan penelitian di atas adalah menggunakan analisis korelasi dan analisis regresi sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh komponen pembentuk IPM mempunyai korelasi yang sangat kuat dan signifikan terhadap IPM, dengan rata-rata angka koefisien korelasi lebih dari 0,90 atau 90% ke atas.Diantara keempat komponen tersebut, Angka Harapan Hidup (AHH) dan Pengeluaran Per Kapita (PPP) keduanya mempunyai koefisien korelasi yang paling tinggi dan sama besar terhadap variabel IPM yakni 0,980 untuk AHH, dan 0,986 untuk PPP. Ini berarti kedua komponen tersebut dapat dikatakan sebagai pembentuk yang paling dominan terhadap IPM. Sehingga cepat lambatnya perkembangan IPM sangat tergantung kepada hasil pembangunan kesehatan dan pembangunan ekonomi daerah. Hasil analisis lainya menunjukkan bahwa kenaikan IPM Kabupaten Mimika sebesar 1 point akan menurunkan tingkat kemiskinan sebesar 3,8225 persen atau 4 persen, selain itu kenaikan IPM akan meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat Kabupaten Mimika sebesar Rp. 717.414,40.Kata Kunci : Indeks Pembangunan Manusia, Pendapatan Per kapita, Tingkat Kemiskinan
Cite
CITATION STYLE
Bisai, C. M., Upuya, T., & Ick, M. (2022). Analisa Pembangunan Manusia Dan Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Penduduk Di Kabupaten Mimika. Jurnal Kajian Ekonomi Dan Studi Pembangunan, 3(1). https://doi.org/10.56076/jkesp.v3i1.2072
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.