Abstract
Telah dilakukan penelitian pengukuran medan gayaberat untuk menginterpretasi struktur bawah permukaan pada Cekungan Muna-Buton. Data yang digunakan berupa data anomali gayaberat udara bebas, sehingga hanya perlu melakukan koreksi Bouguer dan koreksi medan untuk memperoleh anomali Bouguer lengkap. Pemisahan anomali dilakukan dengan metode trend surface analysis. analisis gradien dilakukan pada anomali residual untuk mendeliniasi struktur-struktur cekungan di daerah penelitian dengan menggunakan beberapa metode yaitu horizontal gradient, total gradient, tilt-angle horizontal gradient, dan improved logistic filter. Terdapat dua sub-cekungan yang bisa dideliniasi yaitu sub-cekungan A yang berada di bagian Timur dan sub-cekungan B yang berada di Barat. Sub-cekungan A jika dikorelasikan dengan model rekonstruksi oleh Davidson, merupakan sub-cekungan Bulu, sedangkan sub-cekungan B merupakan sub-cekungan Selat Buton. Berdasarkan hasil pemodelan bawah permukaan, terdapat lapisan basement yang diindikasikan berada pada estimasi kedalaman paling dangkal 2 km di sub-cekungan Selat Buton dan estimasi kedalaman paling dangkal 3 km di sub-cekungan Bulu Basin. Kedalaman lapisan basement tersebut semakin dalam ke pusat cekungan hingga mencapai lebih dari 4 km.
Cite
CITATION STYLE
Zakir, M. N. A., Kadir, W. G. A., & Wahyudi, E. J. (2023). Interpretasi Bawah Permukaan dan Delineasi Struktur Cekungan Muna-Buton Berdasarkan Data Gravitasi Satelit. Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia, 5(03), 118–131. https://doi.org/10.56099/jrgi.v5i03.31
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.