Abstract
Eksistensi kampung yaitu kemampuan kampung untuk mempertahankan morfologi, fungsi dan nilainilaiyang ada di dalamnya. Trancik (1986) yang mengatakan bahwa teori ruang fisik kota terdiri darifigure ground, linkage, place. Kampung Pekojan masih terdapat bangunan asli sampai saat ini.Kampung Pekojan sampai saat ini masih berfungsi sebagai tempat bermukim, masih dihuni olehmasyarakat. Tujuan dilakukannya penelitian yaitu untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yangmenentukan eksistensi Kampung Pekojan sebagai kampung kota di Kota Semarang dilihat dari aspekfisik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deduktif rasionalistik. Dari hasil analisisdengan menggunakan SPSS 16, maka didapatkan 3 faktor yang menentukan eksistensi kampungPekojan sebagai kampung kota dilihat dari aspek fisik yaitu 1). Faktor Arsitektur Kampung Kota, 2)Faktor Struktur Kampung Kota, dan 3). Faktor Elemen dan Interaksi Ruang. Faktor yang paling besarpengaruhnya adalah Faktor Arsitektur dengan prosentase tertinggi (32,477). Temuan ini mendukungdengan grand theory yang menyebutkan bahwa faktor yang menentukan eksistensi kampung kotadipengaruhi oleh faktor fisik. Namun ditemukan bahwa di Kampung Pekojan, faktor fisik yangmempengaruhi lebih disebabkan oleh faktor arsitektur.Kata kunci: eksistensi, kampung kota, aspek fisik
Cite
CITATION STYLE
-, W., & Setioko, B. (2014). Faktor-faktor yang Menentukan Eksistensi Kampung Pekojan sebagai Kampung Kota di Kota Semarang. JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA, 10(1), 106. https://doi.org/10.14710/pwk.v10i1.7637
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.