Abstract
This study examines the effect of tax complexity on tac compliance, and examines the effect of national culture as moderating variables between the relationship of tax complexity and tax compliance. Moreover, the national culture itself consist of 6 dimensions, namely masculinity, individualism, uncertainty avoidance, power distance, short-term normative orientation, and indulgences. The population in this study are all countries around the world. The sample consist of countries that were included in the studies of Tax Effort 2015 and National Culture 2015. After sorting the data based on the variables, the sample were 45 countries. The analysis technique is using Moderated Regression Analysis (MRA). Before conducting the test, the data was tested using the classical assumption test. The result showed that tax complexity had no effect on tax compliance (beta -0,307; significance 0,426). This study also proves that national culture with the dimensions of masculinity, individualism, uncertainty avoidance, power distance and indulgence as moderating variables can strengthen the negative relationship between tax complexity and tax compliance. In addition, the dimension of short-term normative orientation cannot moderate the relationship between tax complexity and tax compliance. This research can be used as an evaluation material for the government in considering the role of national culture in solving problems related to non-compliance with taxpayers in a country. Keywords: Tax Complexity, Tax Compliance, and National Culture Abstrak : Penelitian ini menguji pengaruh kompleksitas pajak terhadap kepatuhan pajak, dan menguji pengaruh kultur nasional (dimensi masculinity, individualism, uncertainty avoidance, power distance, short-term normative orientation, dan indulgence) sebagai variabel moderasi antara hubungan kompleksitas pajak dan kepatuhan pajak. Populasi pada penelitian ini yaitu negara yang ada di seluruh dunia. Adapun sampel yang dipakai adalah negara-negara yang termasuk dalam penelitian Tax Effort 2015 Kultur Nasional 2015. Berdasarkan data yang tersedia, diperoleh sampel sebanyak 45 negara. Teknik analisis yang digunakan yaitu menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Sebelum melakukan pengujian, data diuji dengan menggunakan uji asumsi klasik. Hasil penelitian membuktikan kompleksitas pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan pajak. Penelitian ini juga membuktikan bahwa kultur nasional dengan dimensi masculinity, individualism, uncertainty avoidance, power distance dan indulgence sebagai variabel moderasi dapat memperkuat hubungan negatif antara kompleksitas pajak dengan kepatuhan pajak. Selain itu, kultur nasional dengan dimensi short-term normative oritentation tidak dapat memoderasi hubungan kompleksitas pajak dengan kepatuhan pajak. Penelitian ini bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam pembuatan kebijakan perpajakan agar dapat disesuaikan dengan kultur nasional yang ada di suatu negara. Kata Kunci: Kompleksitas Pajak, Kepatuhan Pajak, dan Kultur Nasional
Cite
CITATION STYLE
Viliona, V., & Kristanto, A. B. (2021). Pengaruh Kompleksitas Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak: Apakah Kultur Nasional Memiliki Peran? FINANSIA : Jurnal Akuntansi Dan Perbankan Syariah, 4(1), 39–62. https://doi.org/10.32332/finansia.v4i1.2962
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.