Abstract
Standarisasi 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke) dan penghapusan pemborosan (Muda) adalah 3 pilar utama dari gemba Kaizen dalam perbaikan dengan pendekatan akal sehat dan berbiaya rendah. Mesin-mesin yang kotor dan tidak terawat, lingkungan kerja yang kotor merupakan sebagian permasalahan yang dihadapi oleh PT. XYZ. Semuanya itu menyebabkan pemborosan baik dari segi biaya maupun waktu. Pengelolaan tempat kerja yang tidak baik, juga dapat menyebabkan pemborosan. Kedisiplinan dan moral para pekerja juga menjadi salah satu masalah yang ada di PT. XYZ. Kurangnya kesadaran serta kedisiplinan karyawan dapat dilihat pada kegiatan produksi yang berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang merupakan bagian dari metode penelitian kualitatif interaktif yang menerapkan konsep 5S dalam menyelesaikan masalah dan dievaluasi menggunakan uji regresi linear yang bertujuan untuk mengetahui secara signifikan pengaruh konsep Kaizen 5S secara simultan dan dominan terhadap efektifitas kerja PT. XYZ. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsep Kaizen 5S secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efektifitas kerja. Sedangkan variabel yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap efektifitas kerja di PT. XYZ adalah variabel Seiketsu.
Cite
CITATION STYLE
Mulyana, S., Nugraha, A. E., & Wahyudin, W. (2023). Analisa Penerapan Konsep Kaizen 5S Terhadap Efektivitas Kerja Menggunakan Uji Regresi Linier Berganda. Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri Dan Informasi, 11(2), 139–146. https://doi.org/10.31001/tekinfo.v11i2.1321
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.