Abstract
Pada kasus ibu baru atau ibu yang baru melahirkan anak pertama, terkadang ibu menjadi depresi ketika bayinya lahir dan tidak tahu harus berbuat apa. Studi menunjukkan bahwa lebih dari setengah jumlah kematian anak terjadi selama fase neonatal, khususnya pada bulan pertama kehidupan. Kesalahan dalam merawat bayi baru lahir yang sehat dapat mengakibatkan gangguan yang berpotensi menimbulkan cacat sepanjang hidup atau bahkan kematian. Studi ini merupakan penelitian kuantitatif yang menerapkan metode quasi eksperimental dengan desain penelitian one group pretest dan posttest. Populasi yang menjadi fokus penelitian menjalani pretest sebelum menerima pendidikan kesehatan terkait perawatan bayi baru lahir. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, terdapat beberapa temuan penting yang dapat disimpulkan. Pertama, mayoritas responden berada dalam usia kehamilan 26-35 minggu, dengan persentase sebesar 52,9%. Kedua, sebagian besar dari mereka memiliki pekerjaan sebagai IRT, mencapai 44,1% dari total responden. Ketiga, kelompok usia terbesar adalah antara 22-28 tahun, mencakup 55,9% dari semua responden. Rata-rata usia kehamilan adalah sekitar 2,24, dengan rata-rata pekerjaan sekitar 3,03, rata-rata usia sekitar 1,53, rata-rata pengetahuan sebelum sosialisasi sekitar 2,79, dan rata-rata pengetahuan setelah sosialisasi adalah 3. Kesimpulan penelitian ini adalah pendidikan kesehatan dengan booklet memiliki pengaruh positif pada peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktek ibu hamil. Ini adalah hasil yang baik dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu hamil dan bayi yang akan lahir.
Cite
CITATION STYLE
Armanda, O. M., & Rahayuningsi, F. B. (2023). PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MEDIA BOOKLET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PERAWATAN BAYI BARU LAHIR PADA IBU HAMIL. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4). https://doi.org/10.31004/jkt.v4i4.21331
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.