PUANAGRAFI: EDUKASI REPRESENTASI ETNOGRAFI SPIRITUAL MENUJU PILAR SDG s NOMOR 5 GRAND DESIGN KETERWAKILAN PEREMPUAN

  • Rakhmawati R
N/ACitations
Citations of this article
6Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Isu kesetaraan gender yang masih menjadi tantangan dalam menyuarakan posisi kepemimpinannya di sektor swasta dan publik, guna mewujudkan keberagaman, inklusivitas, serta kekuatan ketahanan ekonomi yang berkelanjutan ternyata masih lamban progresnya (Kemendagri 2019). Studi kualitatif ini bertujuan untuk memperoleh gambaran suatu rancangan grand design keterwakilan perempuan dalam mencapai pilar SDGs nomor 5 terkait persentase 30 % keterwakilan perempuan pada grand design yang berbekal  representasi etnografi berdasarkan dimensi spiritual. Metode penelitian yang digunakan yakni literatur review (Torraco 2016), dengan pendekatan representation of Authority yakni menggunakan critical ethnography (Pitkin 1967), subjek penelitian ini adalah database dari IPU pada tahun 2023 dalam laman global data national parliements  dengan cara menggali bagaimana struktur kekuasaan dan otoritas dalam hal ini grand desain dengan persentase 30% yang telah dicanangkan oleh pemerintah dapat terwujud (IPU n.d.). Oleh karenanya dibutuhkan temuan edukasi inovatif yakni puanagrafi (potret gambaran atau representasi tokoh perempuan sebagai wakil atau dewan ranah publik) dalam merepresentasikan kesetaraan dan kedudukan perempuan sebagai keterwakilan yang adil, tanggung jawab, amanah sesuai dengan dasar keyakinannya menurut dimensi sosial, politik, budaya, serta agama

Cite

CITATION STYLE

APA

Rakhmawati, R. (2024). PUANAGRAFI: EDUKASI REPRESENTASI ETNOGRAFI SPIRITUAL MENUJU PILAR SDG s NOMOR 5 GRAND DESIGN KETERWAKILAN PEREMPUAN. PenaEmas, 2(2), 400–409. https://doi.org/10.64688/jpe.v2i2.47

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free