MENDIDIK ANAK MENJADI MANUSIA YANG BERKARAKTER

  • Sudaryanti S
N/ACitations
Citations of this article
165Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Karakter anak tidak terlepas dari bagaimana pendidikan dan pola asuh  orangtua dirumah. Karakter anak dibentuk dari apa yang dipelajarinya  dirumah dalam keluarga, disekolah, dan di masyarakat. Anak  yang berasal dari keluarga yang baik  berpotensi  rusak karakternya  jika lingkungan sekolah  kacau dan lingkungan bergaul salah, begitu juga dengan kondisi di  masyarakat  yang tidak saling mendukung  (bersinergi) dalam penyemaian karakter anak.  Untuk mengoptimalkan penanaman nilai-nilai karakter pada anak dibutuhkan adanya pembiasaan dari orang-orang disekitar anak. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan dapat merujuk nilai karakter dikembangkan Lickona dan sistem among yang dikembangkan Ki Hajar Dewantara. Menurut Lickona, pendidikan karakter  ditanamkan melalui kebiasaan (habituation) tentang hal yang baik  sehingga peserta didik  menjadi paham (domain kognitif) nilai yang baik  dan biasa melakukannya (domain perilaku). Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara sistem among merupakan metode pembelajaran dan pendidikan yang berdasarkan pada asih,asah,dan asuh(care and dedivcation based on love). Dengan memadukan pembiasaan berbagai nilai-nilai karakter positif yang ada, diharapkan penanaman nilai karakter pada anak akan lebih optimal. Kata kunci: Nilai-nilai Karakter, anak usia dini

Cite

CITATION STYLE

APA

Sudaryanti, S. (2017). MENDIDIK ANAK MENJADI MANUSIA YANG BERKARAKTER. Jurnal Pendidikan Anak, 3(2). https://doi.org/10.21831/jpa.v3i2.11706

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free