Qiraah Alquran Dengan Nagham Ajam - Lagam Jawa; Kasus Isra’ Mi’raj di Istana Negara, Jum’at, 15 Mei 2015

  • Arsyadani Q
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstract: Every Muslim would agree that the Koran is the holy book were wonderful. He will be more beautiful when it is read beautifully by using Nagham and a melodious voice. By reading the Koran is mutawaatir means that from the beginning the angel Gabriel received it from Allah which is then conveyed to the Holy Prophet so were messengers to convey back to friends and so on in the history of the turn and the different traffic generation is the same. New problems arise when the Koran is read using Java Nagham. Therefore this study want to discuss more in depth about the law.Keywords: Koran, Qiroah and Nagham Abstrak: Setiap muslim pasti sepakat bahwa Alquran kitab suci yang indah. Ia akan menjadi semakin indah apabila dibaca secara indah dengan menggunakan nagham atau lagam dan suara yang merdu. Secara bacaan Alquran bersifat mutawatir artinya sejak dari awal malaikat Jibril menerimanya dari Allah SWT yang kemudian disampaikan kepada Rasulullah Saw begitu pula rasul dalam menyampaikan kembali kepada para sahabat dan begitu seterusnya dalam lintas sejarah pergantian dan berbedanya generasi adalah sama. Permasalahan baru muncul ketika Alquran dibaca dengan menggunakan Nagham Jawa. Oleh karenanya penelitian ini ingin membahas lebih mendalam tentang hukumnya. Kata Kunci: Alquran, Qiroah dan Nagham

Cite

CITATION STYLE

APA

Arsyadani, Q. (2016). Qiraah Alquran Dengan Nagham Ajam - Lagam Jawa; Kasus Isra’ Mi’raj di Istana Negara, Jum’at, 15 Mei 2015. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-i, 3(1), 93–108. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v3i1.3320

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free